Bahaya Akibat Stress Berat Jadi Ini Yang Harus Dilakukan
![]() |
| Ilustrasi Strees Berat/Olahraga/Magnific |
Dampak pada Kesehatan Fisik
Saat stres, tubuh melepaskan hormon kortisol dan adrenalin secara berlebihan. Jika ini terjadi terus-menerus, dampaknya bisa meliputi:
Stres dapat memicu asam lambung naik (GERD), sakit perut, kembung, hingga perubahan nafsu makan yang drastis.
Peningkatan detak jantung dan tekanan darah secara kronis meningkatkan risiko hipertensi, serangan jantung, atau stroke.
Tubuh menjadi lebih mudah sakit (seperti flu atau infeksi) karena kemampuan imun untuk melawan kuman melemah.
Sering kali bermanifestasi sebagai sakit kepala tegang (tension headache), nyeri bahu, atau sakit punggung bawah.
Masalah Kulit dan Rambut: Stres dapat memperburuk kondisi seperti jerawat, eksim, atau memicu kerontokan rambut yang lebih banyak dari biasanya.
Dampak pada Kesehatan Mental & Kognitif
Stres berat mengganggu cara otak memproses informasi dan emosi:
Stres yang tidak teratasi adalah pintu masuk utama menuju gangguan kecemasan atau perasaan sedih yang mendalam.
Sulit berkonsentrasi, sering lupa, dan merasa kewalahan bahkan untuk mengambil keputusan kecil.
Gangguan Tidur: Mengalami insomnia atau justru tidur terlalu banyak namun tetap merasa lelah saat bangun.
Gejala yang Harus Diwaspadai
Dilansir dari Fajar.co.id, Sebelum seseorang mengalami henti jantung total, tubuh biasanya memberikan sinyal peringatan. Gejala-gejala yang harus diwaspadai saat Anda sedang mengalami stres berat meliputi:
- Nyeri atau rasa tidak nyaman di dada sebelah kiri.
- Pusing dan kelelahan ekstrem tanpa penyebab yang jelas.
- Napas pendek atau sesak napas.
- Detak jantung yang berdebar-debar atau tidak teratur.
Jika seseorang sudah sampai pada tahap henti jantung, gejala klinisnya adalah kehilangan kesadaran secara tiba-tiba (pingsan) dan denyut nadi yang melambat atau tidak teraba.
Stress berat atau stres kronis bukan hanya sekadar perasaan "tertekan", melainkan kondisi yang memicu reaksi berantai pada fisik dan mental karena tubuh berada dalam mode fight-or-flight terlalu lama.

Post a Comment